Konfigurasi NAT Overload di Cisco Packet Tracer

NAT Overload

NAT merupakan suatu metode untuk menerjemahkan alamat IP dan terbagi menjadi 3 jenis yaitu, static, dynamic, dan overload. Pada pembahasan sebelumnya kita telah membahas konfigurasi statis dan dinamis, sekarang mari kita membahas jenis overload.

Konfigurasi NAT Overload umumnya sama seperti konfigurasi Dynamic NAT yang membedakan hanya ditambah satu kata baru dalam penulisan konfigurasinya.

Pengertian NAT Overload

NAT Overload biasa juga disebut dengan PAT (Port Address Translation) adalah suatu metode untuk menghubungkan beberapa port pada jaringan lokal ke internet dalam satu IP Public.

One for all begitulah ungkapan dari saya untuk NAT Overload karena memang berbeda dengan Dynamic NAT, meskipun sama-sama pemetaannya dilakukan secara otomatis namun Dynamic NAT hanya satu IP Public untuk satu IP Private sama seperti Static NAT.

Langkah-langkah Konfigurasi NAT Overload

Langkah pertama, sebelum memulai konfigurasi NAT Overload di Cisco Packet Tracer kita akan membuat sebuah topologi sederhana untuk NAT Overload terlebih dahulu, dalam topologi ini memerlukan:
  1. 1 PC Server
  2. 1 Switch
  3. 2 Router
  4. 3 PC Client
  5. Kabel Crossover dan Kabel Straight
Gambar 1. Topologi sederhana untuk NAT Overload

Lebih jelasnya, silahkan amati tabel alamat IP dibawah ini.
Perangkat Port IP Address
PC Server0 - 8.8.8.8/24
2 PC Client - 192.168.20.0/24
1 PC Client - 172.100.10.254/24
Router0 fa1/0 8.8.8.1/24
Router0 fa0/0 26.26.26.1/24
Router1 fa1/0 192.168.20.1/24
Router1 fa0/0 26.26.26.2/24
Router1 fa6/0 172.100.10.1/24
Tambahkan FastEthernet6/0 atau port dengan cara buka menu Physical di Router1, matikan routernya kemudian untuk menambah port FastEthernet yang sama klik dan tahan PT-ROUTER-NM-1CFE lalu drop di bagian slot yang kosong.

Langkah kedua, buka Command Line Interface (CLI) Router0 mulailah lakukan konfigurasi seperti berikut.
Router0#conf t
Router0(config)#int fa1/0
Router0(config-if)#ip add 8.8.8.1 255.255.255.0
Router0(config-if)#no shut
Router0(config-if)#ex

Router0(config)#int fa0/0
Router0(config-if)#ip add 26.26.26.1 255.255.255.0
Router0(config-if)#no shut
Router0(config-if)#end
Keterangan:
conf t singkatan dari configuration terminal
int fa0/0 singkaratan dari interface fa../..
no shut singkatan dari no shutdown


Langkah ketiga, buka Command Line Interface Router1 dan lakukan konfigurasi alamat IP untuk tiap-tiap port.
Router1#conf t
Router1(config)#int fa1/0
Router1(config-if)#ip add 192.168.20.1 255.255.255.0
Router1(config-if)#no shut
Router1(config-if)#ex

Router1(config)#int fa0/0
Router1(config-if)#ip add 26.26.26.2 255.255.255.0
Router1(config-if)#no shut
Router1(config-if)#ex

Router1(config)#int fa6/0
Router1(config-if)#ip add 172.100.10.1 255.255.255.0
Router1(config-if)#no shut
Router1(config-if)#ex
Langkah keempat masih di CLI Router1, tuliskan perintah-perintah dibawah untuk memulai konfigurasi NAT Overload.
Router1(config)#ip nat pool BLOCK 26.26.26.50 26.26.26.50 netmask 255.255.255.0
Router1(config)#ip nat inside source list 1 pool BLOCK overload
Router1(config)#access-list 1 permit 192.168.20.0 0.0.0.255
Router1(config)#access-list 1 permit 172.100.10.0 0.0.0.255

Router1(config)#int fa1/0	
Router1(config-if)#ip nat inside
Router1(config-if)#ex

Router1(config)#int fa6/0
Router1(config-if)#ip nat inside
Router1(config-if)#ex

Router1(config)#int fa0/0
Router1(config-if)#ip nat outside
Router1(config-if)#ex
Keterangan:
BLOCK merupakan nama pool dari ip 26.26.26.50, bisa menggantinya sesukamu
ip nat inside adalah interface jaringan lokal yang akan dihubungkan ke internet
ip nat outside adalah interface milik router yang terhubung langsung dengan internet

Masih di Router1, agar mendapat akses ke Router0 maka route-kanlah secara statis melalui CLI.
Router1(config)#ip route 0.0.0.0 0.0.0.0 26.26.26.1
Router1(config)#end
Langkah kelima, konfigurasi alamat IP masih-masing komputer sesuai dengan yang terhubung pada tiap-tiap router. Perhatikanlah gambar-gambar berikut!
Gambar 2. Alamat IP PC Server0

Gambar 3. Alamat IP PC0

Gambar 4. Alamat IP PC1

Gambar 5. Alamat IP PC2 (yang terhubung dengan Fa6/0)

Sekarang saatnya melakukan pengujian, ping 8.8.8.8 dari setiap PC client apabila sudah mendapatkan reply tandanya telah berhasil. Akan tetapi untuk memastikan lebih lanjut bahwa NAT Overload telah berhasil atau tidak maka lakukan ping dalam waktu bersamaan alias berbarengan, misal PC0 dan PC1 melakukan ping.
Gambar 6. Ping Berbarengan

Kemudian buka CLI Router1, lihatlah terjemahan ip natnya.
Router1#show ip nat translations
Gambar 7. show ip nat translations
Apabila hasilnya sama seperti gambar, dalam artian kedua IP Private yang berbeda saat mengakses internet diterjemahkan menjadi satu alamat IP saja, maka itulah NAT Overload.

0 Comments

Posting Komentar

Tulislah komentarmu dengan sopan, santun, dan penuh tanggung jawab!